Halaman ini juga tersedia dalam bahasa Portugis, Inggris, dan Spanyol: Português (Brasil) · English (US) · Español · Français · Deutsch · Italiano · 日本語 · Türkçe · ไทย · Tiếng Việt
Simulasi KPR (cicilan tetap anuitas dan pokok tetap)
Pinjaman Rp 300.000 pada 6.5% per tahun selama 30 tahun (cicilan tetap)
| Bulan | Angsuran | Bunga | Pokok | Sisa pokok pinjaman |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rp 1.860 | Rp 1.579 | Rp 281 | Rp 299.719 |
| 60 | Rp 1.860 | Rp 1.476 | Rp 383 | Rp 280.225 |
| 120 | Rp 1.860 | Rp 1.335 | Rp 525 | Rp 253.131 |
| 180 | Rp 1.860 | Rp 1.140 | Rp 719 | Rp 216.010 |
| 240 | Rp 1.860 | Rp 874 | Rp 986 | Rp 165.151 |
| 300 | Rp 1.860 | Rp 509 | Rp 1.350 | Rp 95.469 |
| 360 | Rp 1.860 | Rp 10 | Rp 1.850 | Rp 0 |
Cicilan tetap (anuitas) atau pokok tetap
Cicilan tetap: PMT = P·i / (1 − (1+i)−n) Pokok tetap: A = P/n (tetap), bunga atas sisa pokok
Pada contoh di atas, angsuran tetapnya adalah Rp 1.860 (total dibayar Rp 669.479). Dengan pokok tetap, angsuran pertama Rp 2.412 dan terakhir Rp 838 (total Rp 584.921). Skema pokok tetap membuat total lebih murah sebesar Rp 84.558, dengan konsekuensi angsuran awal yang lebih besar.
Yang perlu diperhatikan pada KPR di Indonesia
KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di Indonesia hampir selalu memakai cicilan tetap dengan bunga anuitas (angsuran rata setiap bulan, skema yang di buku teks disebut "sistem Prancis"); sebagian bank juga menawarkan pokok tetap (angsuran menurun), yang hampir selalu lebih murah secara total tetapi lebih berat di awal. Jebakan terbesar ada pada suku bunga: banyak promo memasang bunga tetap (fixed) yang rendah selama 1 sampai 5 tahun pertama, lalu berubah menjadi bunga mengambang (floating) yang mengikuti SBDK bank dan bisa naik tajam. Simulasi ini juga belum memasukkan biaya provisi, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan biaya notaris yang menambah beban nyata. Pelunasan lebih awal di bagian atas tabel memangkas tenor secara drastis, karena angsuran pertama hampir seluruhnya bunga.
Terakhir diperbarui: · Metodologi dan sumber