Halaman ini juga tersedia dalam bahasa Portugis, Inggris, dan Spanyol: Português (Brasil) · English (US) · Español · Français · Deutsch · Italiano · 日本語 · Türkçe · ไทย · Tiếng Việt
Aturan tiga
Jika A berbanding B, maka C berbanding D:
Contoh praktis
| Situasi | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| 3 kg seharga Rp12.000; berapa harga 5 kg? | 12.000 × 5 ÷ 3 | Rp20.000 |
| Resep untuk 4 orang butuh 300 g; untuk 7 orang? | 300 × 7 ÷ 4 | 525 g |
| Mobil menempuh 380 km dengan 30 L; berapa untuk 950 km? | 30 × 950 ÷ 380 | 75 L |
Senilai atau berbalik nilai?
Senilai: D = B × C ÷ A · Berbalik nilai: D = A × B ÷ C
Aturan tiga senilai berlaku saat besaran naik bersama (makin banyak kilogram → makin banyak uang). Berbalik nilai berlaku saat yang satu naik dan yang lain turun: kalau 4 tukang butuh 12 hari, 8 tukang butuh 4 × 12 ÷ 8 = 6 hari. Menggandakan tim memangkas separuh waktu. Kesalahan klasik adalah menerapkan senilai pada masalah berbalik nilai; selalu tanyakan: "kalau A dua kali lipat, apakah D ikut dua kali lipat atau justru separuhnya?"
Terakhir diperbarui: · Metodologi dan sumber