Halaman ini juga tersedia dalam bahasa Portugis, Inggris, dan Spanyol: Português (Brasil) · English (US) · Español · Français · Deutsch · Italiano · 日本語 · Türkçe · ไทย · Tiếng Việt
Kalkulator IMT
Peringatan: alat ini memakai rumus populasi yang terstandar dan bertujuan edukatif semata. Ia tidak menggantikan penilaian medis atau gizi secara pribadi. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau aktivitas fisik Anda.
Klasifikasi WHO (dewasa)
| IMT (kg/m²) | Klasifikasi |
|---|---|
| < 18,5 | Berat badan kurang |
| 18,5 sampai 24,9 | Berat badan normal |
| 25,0 sampai 29,9 | Kelebihan berat badan |
| 30,0 sampai 34,9 | Obesitas kelas I |
| 35,0 sampai 39,9 | Obesitas kelas II |
| ≥ 40,0 | Obesitas kelas III |
Apa yang dikatakan IMT dan apa yang tidak
IMT = berat (kg) ÷ tinggi² (m)
Contoh: 70 kg dan 1,70 m → 70 ÷ 2,89 = 24,2 (berat badan normal). IMT adalah indikator populasi untuk penapisan awal, bukan diagnosis: ia tidak membedakan massa otot dari lemak (atlet berotot bisa masuk kategori "kelebihan berat badan"), tidak mengukur sebaran lemak (lingkar pinggang melengkapinya), dan rentang WHO berlaku untuk dewasa. Anak dan remaja memakai kurva persentil menurut usia. Catatan penting untuk Indonesia: Kemenkes memakai ambang Asia-Pasifik yang lebih ketat, yakni normal 18,5 sampai 25,0; gemuk di atas 25,0; dan obesitas di atas 27,0. Tabel di atas mengikuti standar global WHO. Sumber rentang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pedoman P2PTM Kemenkes RI.
Terakhir diperbarui: · Metodologi dan sumber